Headlines News :
Home » » Ummat Bersatu, Syarat Bagi Kemajuan

Ummat Bersatu, Syarat Bagi Kemajuan

Written By MAHA KARYA on Friday, March 5, 2010 | 3/05/2010

Islam adalah agama yang lengkap dengan syariat, menyuruh kepada keseimbangan hidup serta menata kekuatan yang berbeda dalam masyarakat untuk bersatu, hiingga terbentuk sebuah bangunan umat yang kuat dan kokoh, tidak ada kelemahan atau celah dan kegamangan di dalamnya.

Ajaran Islam juga selalu menekankan pentingnya persatuan dan persaudaraan di antara umatnya. Al Quran mengajarkan agar semua umat bersama-sama mencengkeram kuat tali persatuan Ilahi dan tidak berpecah-belah. Maha benar Allah dengan firmanNYA :

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara;...(Q.S.Ali Imran: 103).

Sejarah ummat Islam menunjukkan fenomena yang menarik. Islam muncul menjadi cahaya peradaban, manakala mereka bersatu-padu. Akan tetapi, ketika mereka bercerai-berai, pada saat itulah ummat Islam menjadi kelompok masyarakat yang sangat lemah.

Dengan semangat persatuan itulah, Daulah Islam di jazirah Arab pada masa Rasulullah Saw. dapat dibangun. Tanpa persatuan dan kesatuan yang dilandasi ajaran agama Islam, mustahil pusat peradaban Islam dapat berdiri kokoh. Kokohnya persatuan dan kesatuan umat, yang diwujudkan dalam bentuk semangat ukhuwah islamiyah dapat melahirkan kekuatan yang besar dan dahsyat.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari tampaknya anjuran dan penegasan mengenai persatuan ummat masih sebatas penyampaian di mimbar-mimbar saja, terasa sulit untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tengoklah keadaan kita sabagai suatu bangsa dan umat, kita cukup prihatin melihat bangsa ini begitu mudah berkonflik, walaupun disebabkan oleh soal yang sepele sekalipun, contohnya masih ada tawuran antar kampung, antar suku, etnis, bahkan dalam suatu komunitas agama tertentu.

Kita juga dapat menyaksikan lahirnya parpol-papol tandingan, atau munculnya ketua-ketua parpol baru, ketika gagal mencapai musyawarah dan mufakat.

Terlihat juga dalam berbagai hal, umat Islam masih terkotak-kotak yang tidak jarang menghilangkan simpati masyarakat. Ada juga di antara kita, hanya karena berbeda kelompok pengajian, hanya karena berbeda guru ngaji, atau hanya karena perbedaan kitab yang dikaji, lalu memasang kuda-kuda seolah-olah siap berperang. Bahkan, banyak kejadian saling mengumbar fitnah, ada juga yang saling rebutan masjid, atau sikap rejection terhadap dakwah-dakwah yang bukan diadakan oleh kelompoknya.

Harus diakui bahwa ummat Islam memang terbagi-bagi ke dalam berbagai kelompok dan aliran yang berbeda-beda. Akan tetapi, kalau kita cermati, akan kita temukan bahwa berbagai perbedaan tersebut sangat kecil, baik secara kualitas ataupun kuantitas, bila dibandingkan dengan persamaan-persamaan yang dimiliki oleh ummat Islam dari berbagai golongan dan madzhab itu.

Padahal apapun golongan dan madzhabnya, mereka mengaku mempercayai Allah yang satu, mereka mengimani kitab suci Al Quran yang sama, menjadikan Nabi Muhamad Saw sebagai panutan. Selain itu, ummat Islam juga memiliki kiblat yang sama. Mereka sama-sama menjalankan shalat, membayar zakat, berpuasa, dan sama menunaikan ibadah haji, serta lain sebagainya.

Kita bukan tidak boleh berbeda pendapat, tetapi dalam perbedaan itu pasti ada persamaan, dan dari perbedaan itulah kita bangun persatuan sebagai syarat mutlak bagi kemajuan. Yang kita tidak sepakat adalah timbulnya agama-agama baru yang muncul belakangan ini atau yang mengatasnamakan Islam dan berani mengangkat dirinya sebagai Nabi atau Malaikat sebagai penerima wahyu. Kita dapat dengan tegas mengatakan no way karena jelas-jelas sesat dan menyesatkan.

Untuk menjaga persatuan dan kesatuan, dalam menuju kemajuan umat Islam, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :

Pertama, kita harus menyamakan visi keimanan kita, yakni hanya menghambakan diri kepada Allah yang satu.

Bila setiap orang menyadari sepenuhnya bahwa dirinya adalah hamba Allah, yang mestinya merasa terhormat bila melaksanakan kehendak Allah. Setiap umat Islam akan berebut untuk beramal shaleh seperti yang dituntun oleh Rasulullah Saw. Beliau mengajarkan bahwa umat Islam itu bagaikan sebuah bangunan, yang satu bagian saling menguatkan bagian yang lainnya. Maka umat islam akan selalu berusaha untu saling membantu, saling menolong, saling menopang, dan saling mengokohkan.Rasulullah Saw bersabda :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin dengan orang-orang mukmin lainnya itu ibarat bangunan, yang satu bagiannya menguatkan bagian yang lainnya”. (HR.Bukhari Muslim)

Dalam Al-Quran Surah Ash-Shaf ayat : 4, Allah Swt berfirman :
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya sebagai satu kesatuan barisan, seolah-olah mereka itu satu bangunan yang tersusun kokoh.”

Kedua, setiap individu muslim hendaknya menyadari bahwa menjaga persatuan dan kesatuan ummat itu hukumnya wajib.

Kesadaran ini akan menjadi kekuatan pengendali dari tiap-tiap individu muslim, untuk tidak berbuat sesuatu yang berpotensi menimbulkan konflik, apalagi berpotensi menimbulkan perpecahan.

Dia akan merasa bersalah jika pendapatnya memancing perdebatan yang tidak sehat. Dia akan merasa risau kalau-kalau pendapat, ucapan dan amalannya menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.

Ketiga, seandainya memang harus berbeda pendapat, maka satu kelompok umat dengan kelompok umat lainnya, tetap saling menghormati.

Jangan sampai muncul anggapan bahwa, orang-orang yang berbeda pendapat dengan kita adalah musuh yang harus diwaspadai. Sikap seperti ini sangat keliru, bahkan bisa memicu konflik, karena menunjukkan bahwa mereka telah hilang rasa persaudaraan.

Keempat, menghindari setiap perselisihan yang mengarah kepada perpecahan.
Perpecahan ummat akan dapat memicu kelemahan, kehancuran dan hilangnya kekuatan serta potensi umat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS al-Anfâl : 46).

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Janganlah kalian berselisih. Karena umat sebelum kalian, mereka berselisih dan menjadi hancur.” (HR Bukhârî).

Apabila umat Islam telah bersatu dan saling mencintai, maka syaithan dari bangsa jin dan manusia, atau siapapun juga tidak akan memiliki kemampuan lagi (untuk memporakporandakan kaum muslimin).

Apakah kita menginginkan kehancuran yang lebih besar ? Ataukah menanti kelemahan yang lebih dahsyat? jawabannya tidak !!! Tanpa kita sadari, saat ini kita sedang dikerumuni oleh umat-umat selain Islam, sebagaimana mereka mengerumuni makanan di atas wadahnya. Inilah keadaan negeri kita yang dijajah, musuh-musuh Islam dengan tamaknya mengeksploitasi negeri kita tanpa sisa, kita hanya bisa termenung tanpa memiliki kemampuan dan kekuatan di antara umat yang ada. Tidak satupun yang kita dengar melainkan hanya keluhan dan rintihan untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan dari serangan musuh. Kita sendiri telah menjadi bergolong-golongan dan berkelompok-kelompok.

“dan setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka.” (QS al-Mu`minûn : 53).

Kelima, apabila terjadi perselisihan pendapat diantara orang-orang yang beriman, maka Allah dan RasulNya menuntun umat Islam untuk mengembalikannya kepada Al-Quran dan Sunnah. Rasulullah Saw. berpesan bahwa, kita tidak akan tersesat selama-lamanya, bila kita bepegang teguh kepada keduanya. Dengan memahami dan mengamalkan keduanya dengan niat ikhlas kepada Allah, insya Allah kita diberi kemudahan beramal dengan amalan yang mendatangkan manfaat bagi terjalinnya persatuan dan kesatuan ummat.

Khatib, Kepala Bidang PENAMAS Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh.
Share this article :

1 comment:

  1. Shalat merupakan tiang bagi berdirinya agama Islam namun yang lebih terpenting adalah mengikat tali silaturahmi bagi ukhuwah islamiyah, dimanapun kita berada, di belahan dunia manapun, di pulau-pulau terpencil sekalipun namun tali sillaturahmi umat islam yang sudah di diikatkan oleh Rasulullah S.A.W.dan para sahabatnya akan menggema di seantero persada ini.Bersyukurlah karna Rasulullah S.A.W.telah mempersatukan kita dalam satu umat yang beradab tinggi.Sejarah janganlah hanya tinggal sejarah, hargailah mereka para pendahulu kita yang telah berjasa besar dalam persatuan umat islam, walau sebagian ulama memiliki banyak pendapat mengenai pedoman2, jadikanlah itu sebagai suatu wacana bagi kekayaan ilmu pengetahuan ummat islam yang sangat mahal harganya.
    Bersatulah ummat Rasulullah S.A.W. ikatkan tali menjadi semakin erat, tunjukkan bahwa kita pun di dunia yang serba modern ini, Islam bisa lebih maju dan berjaya seperti di zaman para khulafaur rasyidin....Semoga Allah S.W.T.memberi berkah, petunjuk dan karunia bagi kejayaan islam.....amiin...!!!
    fb saya: tonnigroovy@yahoo.co.id

    ReplyDelete

Saran Masukan silahkan Anda kirim. Redaksi amat senang menerimanya.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin