Headlines News :
Home » » Safari BMA: Tingkatkan Kapasitas Amil

Safari BMA: Tingkatkan Kapasitas Amil

Written By MAHA KARYA on Tuesday, August 23, 2011 | 8/23/2011

Safari Zakat Baitul Mal Aceh ke Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, 17 dan 18 Agustus 201, kami mendapatkan informasi tentang masalah-masalah yang dihadapi baitul mal setempat. Tim safari terdiri dari Dr Zaki Fuad Chalil MA dan Sayed Muhammad Husen. “Tim Safari tak hanya ceramah di masjid, tapi juga menggunakan waktu untuk konsultasi dengan manajemen baitul mal,” kata Jusma Eri, pendamping tim safari.


Sejak tahun lalu Baitul Mal Aceh (BMA) mengirimkan tim penceramah untuk mengkampanyekan zakat sebelum atau setelah shalat tarawih pada bulan ramadhan. Tahun ini, sembilan tim dikirimkan ke sembilan kabupaten/kota dalam provinsi Aceh. Tugasnya antara lain menyampaikan materi zakat, infaq dan shadaqah dan keberadaan baitul mal di masjid-masjid yang direkomendasikan baitul mal kab/kota.


Setiap tim terdiri yang dari intelektual muslim, da’i/khatib dan praktisi zakat, telah dibekali dengan materi regulasi zakat; manfaat zakat; pentingnya berzakat melalui lembaga dan motivasi zakat. “Kami juga berkesempatan dialog dengan kepala baitul mal setempat, menghadiri buka puasa bersama masyarakat dan mengisi ceramah nuzul quran,” kata Jusma Eri.


Dari perjalanan safari zakat ini, kami mencatat tiga hal penting: pertama, Baitul Mal Kabupaten (BMK) Abdya dan BMK Aceh Selatan perlu menunjuk amil pelobi untuk “mencairkan” kembali kemacetan komunikasi antara BMK dengan bupati. Sebab, Bupati Abdya dan Bupati Aceh Selatan belum menyediakan anggaran yang cukup untuk operasional BMK, memfungsikan Sekretariat dan mengefektifkan zakat sebagai bagian dari APBD.


Kedua, Sekretariat yang telah dibentuk pada BMK Abdya perlu didukung sarana dan biaya operasional yang memadai. Demikian pula diperlukan pembekalan/orientasi bagi Sekretariat yang dibentuk setahun yang lalu, sehingga dapat “belajar cepat” tentang manajemen zakat dan mengoptimalkan perannya dalam memfasilitasi kebutuhan Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BMK.


Ketiga, BMK Aceh Selatan perlu secepatnya merangkul oposisi zakat PGRI, yang menurut informasi telah memprovokasi para guru supaya tidak membayar zakat melalui BMK. Jika diperlukan, kepada pengurus PGRI dan muzakki lainnya disosialisasikan ketentuan pidana/ta’zir dalam Qanun Nomor 10/2007 tetntang Baitul Mal: bahwa muzakki yang tidak membayar zakat dapat didenda dua kali lipat atau tiga kali lipat dari jumlah zakat yang wajib dibayarkan. Tak berzakat bisa dilaporkan ke polisi untuk diproses perkaranya ke Mahkamah Syar’iyah.


Dari tiga catatan di atas, yang terpenting adalah, peningkatan kapasitas dan kompetensi amil, sehingga mampu meningkatkan kinerja BMK. Jika hal ini dapat dilakukan, maka masalah-masalah kepemimpinan dan manajerial dapat diselesaikan dengan cepat. Sehingga tak berakibat menurunnya pendapatan zakat seperti terjadi pada BMK Aceh Selatan dan tak adanya biaya operasional sama sekali dari APBK pada BMK Abdya.


Peningkatan kapasitas dan kompetensi amil juga dianggap mendesak, sebab telah berakibat macetnya komunikasi BMK dengan bupati, padahal bupati menduduki posisi kunci dalam pengembangan BMK. Bagaimana mungkin BMK bekembang dengan baik, jika bupati tak mampu diyakinkan, bahwa dialah yang bertanggungjawab terdadap maju mudurnya BMK. “Masalah bukan pada bupati, tapi pada rendahnya kualitas SDM amil, yang berdampak lemahnya menajemen ” kata Zaki Fuad.


Menurut dosen pasca sarjana IAIN Ar-Raniry ini, kapasitas dan kompetensi amil juga menjadi penting ditingkatkan supaya mampu menindak-lanjuti program kampanye zakat yang dilaksanakan BMA. Mana mungkin BMK melakukan kampanye zakat hingga ke gampong-gampong, jika SDM amil tak mamadai. “Mereka harus mampu melobi bupati, supaya menyediakan anggaran operasional yang cukup untuk melatih dan memagangkan amil ke lembaga zakat yang telah mapan,” kata Zaki Fuad.


Akhirnya, saya mengangap penting seluruh kab/kota yang dikunjungi oleh tim safari zakat dapat memprogrankan pertemuan konsultasi dengan BMK setempat. Tak cukup hanya ceramah 15 menit atau setengah jam, lalu kembali lagi ke Banda Aceh. Konsultasi ini dapat bermakna bagi penguatan kelembagaan dan menyelesaikan masalah-masalah pada BMK. Jadi, safari zakat dalam bentuk kampanye dan sosialisasi sekaligus menjadi media problem solving baitul mal. Semoga safari zakat tahun depan akan lebih berkualitas lagi, insya Allah. (smh)

Share this article :

0 coment:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin