Headlines News :
Home » » Pilihan Mengasuh Lansia di rumah Sendiri

Pilihan Mengasuh Lansia di rumah Sendiri

Written By MAHA KARYA on Friday, August 19, 2011 | 8/19/2011

Dosen Ketua Jurusan Pelayanan Masyarakat Islam (PMI) dan Kesejateraan Sosial (Kessos) Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Julianto, S. Ag, M.Si menilai, kehadiran panti jompo di Aceh tidak begitu menarik. Hal ini disebabkan persepsi masyarakat, yang memang fanatik terhadap ajaran Islam. Masyarakat akan berpandangan negatif jika ada anak yang mengirimkan orang tuanya ke panti jompo. “Anak tersebut dianggap anak yang tidak berbakti kepada orangtuanya, bahkan dianggap durhaka oleh masyarakatnya,” ujar Julianto.

Di sisi lain, kata dia, tidak sedikit orang tua yang sudah lanjut usia meskipun ia masih mempunyai anak atau tinggal bersama anaknya, tetapi tidak mendapat pelayananan yang patut dari anak-anaknya sendiri. Bahkan ada orang tua yang tidak dihiraukan oleh anak dan cucunya sendiri.

“Malah lebih memprihatinkan lagi, ada lansia yang hampir saja berfungsi sebagai “pelayan” di rumah anaknya sendiri. Mereka secara sukarela atau terpaksa mengerjakan beban rutinitas rumah tangga, yang sepatutnya tidak pantas lagi mereka urus,” ujar Julianto. Menurutnya, jika kondisi ini terjadi, sungguh merupakan suatu hal yang tidak etis dan bertentangan dengan ajaran agama dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat Aceh.

Karenanya, kata Julianto, masyarakat harus melihat kehadiran panti jompo ini secara adil dan objektif. Semua pihak, terlebih lagi si anak wajib menyadari, seharusnya orang tua yang sudah lansia itu dapat menikmati masa tuanya dengan tenang, tidak disibukkan oleh urusan rumah tanga anak-anak dan cucu-cucunya yang kadangkala tidak mampu lagi mereka emban.

Jika demikian, kata Julianto, apakah bila ada anak yang menyerahkan orang tuanya ke panti jompo dengan maksud agar orang tuanya mendapat perhatian dan ketenangan bukan dianggap sebagai bentuk kebaktian? Padahal belum tentu ketika orang tuanya di rumah si anak dapat memberikan pelayanan optimal terhadap orang tuanya.

Julianto menambahkan, dari sudut pandang kessos Islam tetap saja yang lebih utama itu adalah si anak sendiri yang harus mengurus kedua orang tuanya jika mereka sudah berusia lanjut. Namun jika ada lansia yang tidak mempunyai anak atau kerabat, dan atau ada orang-orang tua yang terlantar, maka lebih tepat mereka itu dirawat di panti jompo.

Para pengurus panti jompo wajib memperhatikan kualitas pelayanannya terhadap para lansia. Dalam hal kesehatannya, asupan gizi dari makanan dan minuman, sampai kepada pelayanan terhadap bimbingan dan kegiatan keagamaan.

“Yang lebih penting dari semua pelayanan itu adalah pelayanan yang dapat mendekatkan rohani mereka dengan Allah SWT. Boleh saja dilakukan aktifitas shalat berjamaah, majelis ta’lim, berzikir dan berdo’a bersama, tadarus Al-Quran dan sebagainya,” pungkas Julianto Saleh, yang juga alumnus Psikologi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Bukan ajaran Islam
Sementara Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry, Tgk Samsul Bahri, M.Ag dengan tegas mengatakan, menitipkan orang tua ke panti jompo itu bukan bagian dari Islam. Bahkan haram hukumnya bagi anak menitipkan orang tuanya ke panti jompo. Hal itu hanya solusi saja untuk menutupi kemudhratan yang lebih besar akibat permasalahan sosial dalam masyarakat.

“Tetapi kalau pemerintah atau pihak swasta membangun panti jompo itu hal lain. Boleh saja pemerintah membangunnya dengan maksud untuk menghindari kemudharatan yang lebih besar akibat persoalan sosial,” ujar Samsul.

Menurutnya, dalam prespektif teologi Islam, seharusnya anak-anak berbuat baik kepada orang tuanya sebagaimana orangtuanya telah berbuat baik kepada mereka di waktu kecil. Kata dia, anak-anaklah penanggung jawab kedua orang tuanya jika mereka sakit, lemah, dan sebagainya. “Tentang hal ini silahkan lihat Al-Quran, Surat Al Israk atau Surat Lukman, ayatnya saya lupa,” terang dosen yang juga penceramah Halaqah Maghrib di Masjid Raya Baiturrahman.

Samsul Bahri menambahkan, Allah sendiri telah menyebutkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban utama setelah beribadah kepada Allah. ‘Bersyukurlah kepada Allah dan kepada kedua orang tua’.

Terkait dengan asal muasal hadirnya panti jompo ini, kata Samsul Bahri, ada kaitannya dengan pergeseran nilai yang telah terjadi akhir-akhir ini. Banyak orang tua yang menitipkan anak-anaknya di tempat penitipan anak dengan alasan sibuk, meningkatkan karir dan sebagainya. Akibatnya, sedikit demi sedikit tertanam kesadaran pada si anak untuk suatu saat akan juga menitipkan orang tuanya, sebagaimana orang tuanya menitipkan dia diwaktu kecil. mad
Share this article :

0 coment:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin