Headlines News :
Home » » Aceh Tak Serius Tangani Warga Jompo

Aceh Tak Serius Tangani Warga Jompo

Written By MAHA KARYA on Friday, August 19, 2011 | 8/19/2011

Rusdi Husen, Kepala UPTD Panti Jompo Dinas Sosial Aceh

Menitipkan orang tua ke panti jompo tidak sama dengan ’membuang’ mereka dari lingkaran keluarga inti anak-anaknya. Begitu pun, usia renta bukan alasan untuk menyingkirkan mereka dari sebuah keluarga. Meski panti jompo terkesan masih kalah ’pamor’ dibanding panti yatim-piatu, tempat ini sejatinya memiliki cerita kelunya sendiri. Simak tuturan Kepala UPTD Panti Jompo Dinas Sosial Aceh Rusdi Husen kepada M. Syukur Hasbi dari Gema berikut ini.

Bagaimana kondisi panti jompo selama ini?
Panti jompo ini sudah lama berdiri dan baru saja direhab dalam beberapa tahun terakhir. Semuanya dibawah tanggungjawab Dinas Sosial Aceh. Sekarang, jumlah penghuni semuanya 60 orang yang terdiri dari 38 nenek-nenek dan 22 kakek-kakek.

Sebenarnya, siapa saja yang boleh tinggal di sini?
Semua yang ditampung di sini adalah orang-orang tua yang memiliki masalah sosial dan hidupnya terlantar. Jadi, tidak mesti orang miskin, orang kaya pun boleh tinggal di sini kalau mereka hidupnya mungkin terlantar karena tidak punya anak. Mereka berumur minimal 56 tahun dan masih sehat jasmani dan rohani.

Apa keluhan Anda atau keluhan mereka selama ini?
Keluhan kita adalah ada saudara atau keluarga yang telah mengirim ayah atau neneknya kemari, tapi setelah itu tidak dipedulikan lagi. Jangankan membawa makanan, menjenguk pun tidak lagi. Ada orang seperti membuang orang tuanya ke sini. Padahal diantara mereka ada yang berasal dari keluarga kaya. Memang ada juga keluarganya miskin, jadi dibawa ke sini karena disini diberi makan sehari tiga kali dan diberi uang jatah hidup walau sebesar Rp 90 ribu/bulan.

Ada pengalaman menarik selama ini?
Ya. Baru baru ini ada kejadian. Ada suami mau dibawa kemari oleh istrinya karena suaminya sudah sakit lumpuh dan stroke. Jadi, ibu itu tidak mau lagi menerima suaminya karena stroke, padahal mereka sudah dikaruniai empat anak. Ini kan aneh, waktu sehat dan enak hidup bersama, giliran sakit sudah begitu. Bagaimana bisa cari enaknya saja. Jadi, tidak kami terima karena syarat untuk tinggal di sini berumur minimal 56 tahun dan tidak sedang sakit.

Apa saran Anda?
Kepada orang yang punya keluarganya di sini agar jangan terkesan seperti dibuang ke sini. Harus dikunjung-kunjungilah. Agama kita kan mengajarkan agar kita senantiasa berbakti, menjaga dan mencintai orang tua. Tapi kalau orang tua terhadap anak memang sudah wajib untuk memelihara anaknya. Jadi, kedepan sikap kepedulian kita perlu kita tanamkan lagi sesuai anjuran agama.
Share this article :

0 coment:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin