Headlines News :
Home » » Nuansa Kenduri Pang Ulee di Aceh

Nuansa Kenduri Pang Ulee di Aceh

Written By MAHA KARYA on Monday, March 1, 2010 | 3/01/2010

Di kalangan masyarakat Aceh, pelaksanaan kenduri Maulid erat kaitannya dengan peringatan hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. Dalam istilah Aceh, kenduri ini acap disebut kanduri Maulod atau kanduri Pang Ulee (penghulu Alam).

Kanduri Pang Ulee ini terbagi dalam tiga masa. Jika pelaksanaannya dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai akhir Rabiul Awal, maka disebut maulod awai (maulid awal). Jika dilaksanakan selama Rabiul Akhir disebut maulod teungoh (maulid tengah). Dan jika dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Awal disebut maulod akhee (maulid akhir).

Secara substantif, tidak ada perbedaan nilai lebih tinggi atau lebih rendah dari ketiga masa perayaan maulid ini. Pembagian masa ini hanya dimaksudkan agar semua masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk merayakan maulid. Waktu pelaksanaan yang berbeda-beda selama rentang tiga bulanan tersebut memungkinkan masyarakat untuk ikut melaksanakan maulid, memilih waktu yang tepat dan sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Sehingga, jika ada masyarakat yang belum mampu menyelenggarakan kenduri di maulid awal, mereka dapat melakukannya di maulid tengah atau maulid akhir.

Kanduri Pang ulee bagi masyarakat Aceh bukanlah sekedar memenuhi tuntutan hari-hari besar Islam. Lebih agung dari itu, peringatan maulid telah menyatu dalam kultur masyarakat. Bila di daerah lain maulid diperingati dengan menampilkan serangkaian ceramah, diskusi serta seminar, maka maulid di Aceh merupakan agenda tahunan yang dirayakan dengan kenduri raya.
Tidak ada aturan terkait waktu spesifik masyarakat harus berkenduri. Ada yang menyelenggarakan pada siang hari, sore hari, atau malam hari. Begitu juga soal tempat pelaksanaan, ada yang melaksanakannya di meunasah, masjid, atau rumah.

Bagi desa-desa yang menyelenggarakan maulid pada siang hari, biasanya sejak tengah hari ragam masakan kenduri telah siap diantar ke meunasah atau mesjid. Demikian pula bagi yang menyelenggarakan kenduri di rumah, hidangan telah ditata rapi untuk para tamu. Sementara di desa yang menyelenggarakan kenduri pada malam hari, hidangan diantar setelah sembahyang Ashar atau menjelang maghrib.

Di beberapa tempat, perayaan maulid juga dimeriahkan oleh perlombaan zikir maulid. Atau yang sering disebut dengan meudikee maulod. Zikir ini termasuk zikir khusus. Berisi puji-pujian dan sejarah rasul. Biasanya, bait-bait zikir ini sudah dipelajari jauh-jauh hari. Santri-santri dayah seringkali diundang khusus untuk meudikee.

Panitia pelaksana kenduri lalu mengundang penduduk dari desa tetangga sebagai tamu untuk turut mencicipi kenduri. Jumlah tamu yang diundang sesuai dengan kapasitas hidangan.

Untuk warga yang mengadakan maulid di rumah, biasanya juga turut mengantar hidangan ke meunasah atau masjid. Sementara tamu-tamu khusus, semisal sanak keluarga, perjamuannya dilakukan di rumah. Pihak yang mengadakan kenduri, sebelumnya telah memberitahu kepada keuchik dan teungku imum. Kalau kendurinya besar, akan dibentuk panitia yang berasal dari penduduk desa setempat.

Hidangan kenduri maulid sama seperti hidangan kenduri pada umumnya. Tetapi di kalangan masyarakat Aceh besar, terdapat satu makanan khas yang seakan telah menjadi stereotipe maulid di daerah ini, yaitu beuleukat kuah tuhee (nasi ketan dengan kuah). Ada juga yang namanya beuleukat kuah peungat, yakni ketan yang berkuahkan santan dicampur dengan pisang raja dan nangka serta diberi gula secukupnya.

Tradisi semacam ini telah membumi di lingkungan masyarakat Aceh sejak lama. Masing-masing daerah di Aceh memiliki cara-cara yang khas, dimana daerah yang satu bisa saja berbeda cara dalam merayakan maulid. Tetapi secara garis besar, beginilah tradisi maulid di Aceh. Identik dengan kenduri, ceramah, dan dikee maulod. riza rahmi
Share this article :

0 coment:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin