
Oleh: DR. H. MS. Kaban, SE, MSi
Pengelolaan SDA strategis tersebut diamanahkan kepada kaum profesional yang jujur dan bertanggungjawab atas amanah yang diembannya. Kemudian, pengelolaannya dilakukan dengan tetap memerhatikan pelestarian lingkungan hidup dan tidak melakukan perusakan.
Untuk itu, Al-Quran mengatur beberapa prinsip dasar pengeloaan SDA:
Pertama, Allah SWT sebagai pemilik langit dan bumi Firman Allah SWT: “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.” (QS Al Baqarah: 284)
Kedua, mendayagunakan SDA untuk mewujudkan keadilan. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS Al Hadid: 25)
Ketiga, tidak merusak lingkungan hidup. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al Qashash: 77)
Keempat, eksploitasi SDA untuk kemaslahatan manusia. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar Rum: 41)
Petunjuk dan spirit Al-Quran dapat kita gunakan sebagai acuan dasar dalam pengelolaan SDA yang berbasis syariat Islam. Islam memandu kita supaya SDA yang ada dapat didayagunakan guna meningkatkan kesejahteraan dan keadilan. Eksploitasi SDA kita seimbangkan dengan peningkatan kualitas SDM, sehingga melahirkan bangsa yang mampu bersyukur dan dapat memaksimalkan perannya sebagai khalifatullah di permukaan bumi.
Sumber Daya Alam (SDA) strategis (milik umum atau yang terkait dengan hajat hidup orang banyak) antara lain sumber daya air, minyak bumi, gas dan hutan dikuasai oleh negara dan diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan rakyat.
Pengelolaan SDA strategis tersebut diamanahkan kepada kaum profesional yang jujur dan bertanggungjawab atas amanah yang diembannya. Kemudian, pengelolaannya dilakukan dengan tetap memerhatikan pelestarian lingkungan hidup dan tidak melakukan perusakan.
Untuk itu, Al-Quran mengatur beberapa prinsip dasar pengeloaan SDA:
Pertama, Allah SWT sebagai pemilik langit dan bumi Firman Allah SWT: “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.” (QS Al Baqarah: 284)
Kedua, mendayagunakan SDA untuk mewujudkan keadilan. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS Al Hadid: 25)
Ketiga, tidak merusak lingkungan hidup. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al Qashash: 77)
Keempat, eksploitasi SDA untuk kemaslahatan manusia. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar Rum: 41)
Menata pengelolaan SDA
Untuk itu, sepatutnya kita menata kembali pengelolaan SDA di negeri kita, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang sebanyak-banyaknya bagi kemaslahatan dan kesejahteraan bangsa, yang mayoritas beragama Islam. Kita patut merancang strategi pendayagunaan SDM yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan bangsa. Kepentingan bangsa adalah meneguhkan kedaulatan dan kemandirian bangsa dalam mengeksploitasi potensi SDA yang ada dengan menjamin kelestarian lingkungan hidup.Petunjuk dan spirit Al-Quran dapat kita gunakan sebagai acuan dasar dalam pengelolaan SDA yang berbasis syariat Islam. Islam memandu kita supaya SDA yang ada dapat didayagunakan guna meningkatkan kesejahteraan dan keadilan. Eksploitasi SDA kita seimbangkan dengan peningkatan kualitas SDM, sehingga melahirkan bangsa yang mampu bersyukur dan dapat memaksimalkan perannya sebagai khalifatullah di permukaan bumi.
Khatib, mantan Menteri Kehutanan RI

0 coment:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !