Headlines News :
Home » » Misi Muhammad sebagai Rasulullah SAW

Misi Muhammad sebagai Rasulullah SAW

Written By MAHA KARYA on Friday, February 26, 2010 | 2/26/2010

Khatib: Tgk. Umar Ismail, S.Ag

Allah SWT Berfirman :
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu terdapat suri tauladan yang baiuntuk kamu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhirat, dan banyak (senantiasa) mengingat Allah”. (QS. Al-Ahzab : 21)

Ketika datang bulan Rabiul Awal pada tiap-tiap tahun, maka kaum muslimin diseluruh penjuru dunia serentak memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW yang lebih terkenal dengan sebutan Maulid Nabi.

Peringatan-peringatan yang demikian bukanlah masuk dalam rangkaian U’budiyah, tetapi hanyalah semata-mata satu kelaziman, yang dapat mendatangkan manfa’at, bukan pula karena Maulid Nabi itu satu Hari Besar yang harus dirayakan, sebab hari raya menurut ajaran Islam hanyalah Idhul Fitri dan Idhul Adha. Titik berat peringatan-peringatan itu diletakkan kepada dua motif, yaitu membutiri mutiara yang terpendam dalam sejarah kehidupan dan perjuangan Rasulullah dan untuk menunjukkan serta meningkatkan Syiar Islam.

Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari Senin, hari senin Beliau diangkat menjadi Rasul, hari senin Beliau hijrah ke Madinah dan hari senin pula Beliau meninggal dunia (wafat), semua itu terjadi pada hari senin, sehingga hari yang penting itu dimuliakan oleh Rasullullah dengan melakukan puasa dan ditambah oleh Beliau dengan berpuasa pada hari Kamis, hal itu disebutkan pada satu Hadist : “ Dari Abi Qatadah, bahwa Rasulullah SAW ditanyakan orang tentang puasa hari senin. Beliau menjawab : hari Senin itu Aku dilahirkan, hari itu juga Aku di utus menjadi Rasul, dan hari itu pula diturunkan kepadaKu Wahyu. “ (Riwayat Muslim)”

Oleh sebab itu hari senin atau secara umumnya bulan Rabiul Awal bukan saja hari lahir Rasulullah, tapi dapat dikatakan bulan yang mengandung nilai-nilai historis dalam kehidupan dan perjuangan Beliau. Apa bila dibuat satu analisa sejarah tentang karakteristik kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam hubungannya dengan beberapa keistimewaan reputasi perjuangannya dapatlah dikemukakan beberapa Visi dan Misi Beliau sebagai berikut :


Pertama, mengangkat derajat manusia dari lembah kebinasaan. Ketika Nabi Besar Muhammad SAW mula-mula diutus menjadi Rasul, keadaan umat manusia baik di Jazirah Arabia maupun di benua-benua lainnya sedang terbenam dalam lembah kebinasaan yang amat dalam. Dalam bidang kehidupan politik merajalela keganasan, yang kuat menekan yang lemah, dan berlaku hukum rimba serta terjadi kesewenang-wenangan.

Dalam bidang ekonomi terjadi penghisapan manusia atas manusia dimana orang-orang yang lemah dan tidak berdaya diperlakukan sebagai sapi perahan oleh orang-orang kaya dan Tuan-tuan tanah. Dalam kehidupan sosial terjadi diskriminasi yang memecah belahkan manusia menjadi beberapa derajat dan tingkatan. Dalam bidang kebudayaan terjadi kerusakan moral dan akhlak manusia. Ketengah-tengah manusia yang demikian itulah Nabi Besar Muhammad SAW di utus oleh Allah SWT, sehingga fungsi

Beliau tak ubahnya sebagai seorang dokter spesialis yang harus melakukan operasi terhadap pasien yang sudah parah (Komplikasi) maka dalam waktu yang relative singkat Beliau telah berhasil mengangkat manusia dari lembah kebinasaan menjadi manusia yang sukses.

Kedua, menjadi Rasul rahmatan lil’alamin. Rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad hanya diutus kepada satu kaum tertentu, tugas yang tertentu dan untuk masa yang terbatas, lalu kemudian digantikan oleh Rasul-rasul yang lain. Antara satu kaum dengan kaum yang lain tidak ada hubungan dan komunikasi masing-masing hidup diapit oleh dinding-dinding geografis.

Sehingga diibaratkan Rasul-rasul yang lain bagaikan pembawa obor sedangkan Nabi Muhammad SAW bagaikan membawa matahari yang dapat menerangi seluruh Alam, maka dengan sendirinya tidak diperlukan lagi obor-obor kecil yang hanya dapat menerangi lingkungan-lingkungan yang terbatas.

Allah SWT menyatakan dalam Al-Qur’an : “Dan kami tidak mengutus Engkau (Muhammad) melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya”. (QS. Saba’ :28)

Pada ayat yang lain Allah SWT berfirman : “ Dan tidaklah kami utus Engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rakhmat bagi semesta alam”. (QS. Al-Ambiya : 107)


Ketiga, menjalin ukhuwah sesama bangsa. Sasaran perjuangan Rasul-rasul yang terdahulu hanyalah sekedar mengumpulkan pribadi-pribadi menjadi satu masyarakat dalam lingkungan satu kaum atau bangsa sedangkan sasaran tugas perjuangan Nabi Muhammad SAW ialah mengumpulkan dan mempersatukan bangsa-bangsa yang kecil-kecil dan terpencar kedalam satu ikatan kekeluargaan yang diikat oleh satu Aqidah dan pandangan hidup yang dinamakan Ukhuwah Islamiyah yaitu persaudaraan Islam yang tidak dibatasi oleh perbedaan warna kulit dan bahasa.

Yang memperhubungkannya ialah tali sutra halus yang disebut dengan Iman. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT : “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara”. (Al-Hujarat : 10)

Persaudaraan manusia semesta alam itulah yang menjadi landasan idiil dari ajaran yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad SAW, sedangkan sasaran yang bersifat strukturil ialah untuk mempersatukan bangsa-bangsa yang terpisah menjadi persaudaraan bangsa yang bersifat internasional.

Keempat, meletakkan dasar-dasar sosial. Rasulullah SAW mengajarkan manusia supaya antara sesama umat manusia saling bantu-membantu dan tolong-menolong. Diumpamakannya hubungan antara sesama manusia terutama antara yang seiman dan se aqidah laksana satu kesatuan tubuh dimana satu bagian akan turut merasakan derita apabila bagian tubuh yag lain ditimpa sakit.

Atau ibarat satu bangunan yang menguatkan dan menompang satu bagian kepada bagian yang lain, fondasi menjadi sandaran dari dinding, dinding ditopang oleh kayu atau beton, tonggak menahan atap dan sebagainya hal ini dapat dimaknakan bahwa orang kaya harus menyantuni orang miskin, anak muda hormat kepada orang tua, yang dewasa sayang kepada anak-anak, tetangga harus hidup saling rukun dan antar bangsa harus mewujudkan perdamaian.
Demikianlah beberapa Visi dan Misi Rasulullah SAW yang patut dijadikan suri tauladan dan sebagai pedoman dalam kehidupan manusia.

Khatib, Ketua PW Iskada Aceh
Share this article :

0 coment:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin