Headlines News :
Home » » Sabar dalam Kegagalan

Sabar dalam Kegagalan

Written By MAHA KARYA on Friday, December 2, 2011 | 12/02/2011

Hidup terus berjalan. Kemarin adalah sejarah, hari ini kenyataan dan masa depan menjadi pengharapan atau cita-cita. Fitrah manusia mengharapkan masa depan yang lebih baik dari hari ini. Masa depan lebih baik dari kehidupan sekarang jika manusia mau berusaha untuk merubahnya. Karena Allah tidak akan merubah nasib seorang hamba, apabila hamba tersebut tidak berusaha merubahnya.

Ketika kita mengharapkan suatu perubahan dalam hidup kearah yang lebih baik, perubahan tersebut tidak datang dengan sendirinya hanya duduk manis berpangku tangan sambil berdoa ya gani ya gani neubi peng saboh guni. Tentunya untuk perubahan harus melalui kerja keras disertai doa. Banyak contoh pribadi – pribadi sukses membuat perubahan dalam bidang tertentu harus melalui perjuangan panjang, jatuh bangun dalam berusaha mencapai sukses.

Salah satunya adalah Thomas Alfa Edison harus mengulang beribu kali percobaan untuk mendapatkan hasil. Pada saat menemukan Lampu Pijar ini dia mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Baru pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil secara sukses menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang. Pada saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab: “saya sukses, karena saya telah kehabisan apa yang disebut kegagalan”.

Bayangkan dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab: “dengan kegagalan tersebut, saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala”. Luar biasa, Thomas Alfa Edison memandang kegagalan dari kaca mata yang sangat positif. Kegagalan bukan sebagai kekalahan tapi dipandang dari sisi yang lain dan bermanfaat, yaitu mengetahui cara agar lampu tidak menyala.

Perjuangan dalam hidup ini membutuhkan kesabaran, kegagalan tidak menjadi kendala untuk terus berusaha mencapai yang lebih baik. Jika mau berpikir positif, akan memberikan suatu pemahaman bahwa kegagalan dalam suatu hal akan menjadi ilmu yang sangat berguna dalam mencapai kesuksesan. Sebagai pendapat mengatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Kesabaran akan membuahkan keberhasilan. Sabar dalam Islam dibagi dalam tiga jenis. Pertama, sabar dalam menunaikan ibadah. Dinama dalam menunaikan ibadah syetan selalu menggoda dan nafsu selalu mengganggu agar perintah ibadah ditinggalkan atau dilalaikan. Ketika kita sabar dan dapat mengatasi berbagai godaan dalam menunaikan ibadah, janji Allah sungguh sangat indah. Kedua, sabar dalam meninggalkan maksiat. Menahan diri dari segala perbuatan jahat untuk memperturutkan hawa nafsu dan menghindarkan diri ke jurang kehinaan yang merugikan.

Sabar terhadap maksiat ialah semacam pertahanan yang melawan dorongan-dorongan yang menggoda manusia dalam perjalanan hidupnya. Ketika melihat sesuatu yang salah pada orang lain, apakah kita sabar untuk tidak menggunjingnya, atau ketika didepan mata ada peluang untuk melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah, apakah kita sabar untuk menolaknya. Doa dan usaha untuk terhindar dari maksiat. Ya Allah Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu). QS. Al-A’araf: 126).

Ketiga, sabar dalam musibah. Hidup ini adalah perjuangan. Perjuangan tidak luput dari ujian dan cobaan yang pasti diberikan Allah. Ujian itu bisa berupa ketakutan,, musibah sakit, kelaparan dan kekurangan harta benda atau kematian.

Di awal tahun baru Hijriah 1433H, menjadi momentum untuk selalu mengingat perjuangan Rasulullah saw dan menjadikan teladan bagaimana kesabaran beliau dalam berjuang untuk menegakkan agama Allah di muka bumi ini. Selama enam tahun perjuangan beliau di Makkah hanya mendapatkan sedikit sekali pengikut, tapi beliau tetap bersabar. Hinaan, cacian, bahkan ancaman pembuhan tidak menggoyahkan perjuangan dalam memperkenalkan Islam kepada ummat manusia. Buah kesabaran begitu indah ketika beliu hijrah ke Madinah disambut dengan hangat dan penuh syukur.

Ketika dalam perjuangan untuk mencapai impian mengalami kegagalan terus menerus, jangan lansung patah semangat. Teruslah berusaha dan berusaha. Allah berfirman dalam surat Ali Imran Ayat 146 artinya; “Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mareka sejumlah besar pengikutnya yang bertakwa. Mareka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mareka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tiak pula menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang terus berjuang tanpa kenal lelah untuk membuat perubahan dalam hidup. Kesabaran adalah kunci mencapai kesuksesan, Fauziah Usman
Share this article :

0 coment:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin