Headlines News :
Home » » Berqurban Wasilah Dekat Dengan Allah

Berqurban Wasilah Dekat Dengan Allah

Written By MAHA KARYA on Wednesday, October 12, 2011 | 10/12/2011

Qurban ialah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (selepas solat 'Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq yaitu ,11,12 dan 13 Zulhijjah karena beribadah kepada Allah SWT, untuk menghidupkan syariat Nabi Allah Ibrahim Alaihissalam yang kemudiannya disyariatkan kepada Nabi Muhammad Shalallohu Alaihi Wassalam. Sedangkan hukumnya sunnat (sunnah yang dikuatkan) atas orang-orang yang mukhallaf yakni Islam, merdeka (bukan hamba),baligh lagi berakal dan mampu untuk berqurban secara materil.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembelihan qurban, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah rezekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamukepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk dan patuh (kepada Allah) (Qs.Al-Hajj:34).

Penyembelihan qurban bermula dari sejarah monumental Nabi Ibrahim As dan puteranya Ismail As yang sangat patuh dan tunduk terhadap perintah Allah Swt, yang diabadikan oleh \Allah Swt dalam al-Qur’an dan dilakukan juga oleh Rasulullah saw bahwa beliau melakukan penyembelihan qurban utnuk umatnya yang tidak mampu berqurban, Ditinjau dari hikmahnya Berqurban itu sebagai wasilah atau jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah agar mencapai ketaqwaan kepada-Nya, dan penyembelihan qurban itu juga secara simbolis dapat dipahami, bagaimana seseorang harus menundukkan, menguasai serta mengendalikan kecendrungan - kecendrungan hewani yang bersemayam Dalam setiap diri manusia, yang dikenal dengan nafsu bahimiyah, nafsu sabu’iyah, nafsu lawwamah dan lainnya. Nafsu-nafsu tersebut selalu menggejala dalam bentuk keinginan-keinginan rendah, yang selalu mendorong dan menarik manusia untuk berbuat kejahatan, kekejian dan kerusakan.

Nafsu Bahimiyah, mencerminkan watak-watak binatang ternak yang selalu ingin hidup enak sendiri, mementingkan diri sendiri (egois), hidupnya untuk memenuhi kebutuhan lahiryah saja tanpa memikirkan dan melakukan berjuang dijalan Allah Swt dan tidak pula berupaya mengantarkan umat disekelilingnya menjadi lebih baik, sedangkan Nafsu Sabu’iyah adalah mencerminkan watak binatang buasa, mencerminkan untuk ingin hidup berkuasa sendiri, menang sendiri dan , fenomena prilaku ini sering kita amati ditengah-tengah kehidupan masyarakat dimana seseorang tidak menyadari fungsinya sebagai manusia sebagai khalifatul fil ardh yakni memberikan manfaat terhadap masyarakat dan lingkungan disekelilingnya.

Usaha untuk menguasai mengendalikan nafsu-nafsu tersebut merupakan suatu hal yang sangat asasi dalam rangka membangun kehidupannya yang manusiawi dan justru karena itulah usaha tersebut merupakan jihad akbar. Ketidakmampuan manusia menundukkan, menguasai dan mengendalikan kecendrungan-kecendrungan hewani atau nafsu bahimiyah, sabu’iyah tersebut sangat membahayakan seseorang dan juga membahayakan kehidupan sekitarnya.dalam realitas kehidupan sering kita saksikan kekacauan dan kerancuan, penyimpangan dan penyelewengan, kekejian dan kejahatan, korupsi dan manipulasi yang terjadi dan bermunculan dalam kehidupan manusia adalah bersumber dari ketidak mampuan seseorang untuk mengendalikan keingginannya kerarah yang lebih baik.

Berqurban memberikan pelajaran dan hikmah yang besar bagi umat Islam, diantara hikmahnya pertama Menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas dan saling merasakan kenikmatan dan kebahagiaan , kedua menyambung dan memperkuat silaturrahmi antara yang kaya dan simiskin yang kuat dan yang lemah, sehingga tertanam sikap salin menghargai dan menghormati antara yang satu dengan yang lainnya, ketiga menciptakan nuansa syi’ar dalam kehidupan bermasyarakat dimana suasana saling berbagi tanpa membedakan anatara suku ras, bahasa serta latar belakang sosial, keempat yang terpenting adalah dengan Ibadah qurban ini akan mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara bersyukur atas segala nikmat-nikamt yang telah dilimpahkan kepada hambanya, melului mengorbankan hartanya kejalan Allah swt, I’tibar Peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail As telah banyak memberika pesan bahwa pentingnya pengorbanan penyerahan sepenuhnya kepada Allah dengan penuh keihkhlasan dan mengharapkan keridhaan dan kecintaan Allah kepada hambanya.Agus Alian,M
Share this article :

0 coment:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin